Makam Para Raja Kota Gede, Melihat Kejayaan Kerajaan Mataram Masa Lampau

- 24 Mei 2024, 18:10 WIB
/

PESAWARAN INSIDE- Kota Gede adalah sebuah intensitas budaya yang tak pernah bisa dilepaskan dari masyarakat Jawa saat ini. Karena Kota Gede adalah cikal bakal pemerintahan Kerajaan Mataram Jawa yang pada masa lampau pernah menorehkan sejarah kejayaan sebuah kerajaan besar.

Dan, pada salah bagian dari Kota Gede terdapat makam para raja terkenal yang pernah memimpin Kerajaan Mataram termasuk yang berperan besar terhadap Kota Yogyakarta saat ini. Makam ini sudah ada sejak tahun 1500 masehi.

Di Kota Gede terdapat makam Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya atau Joko Tingkir yang merupakan penerus Kesultanan Demak, Ki Ageng Pemanahan, Danang Sutawijaya yang akhirnya memiliki gelar Raja Panembahan Senopati serta makam Sultan Hamengku Buwono II.

Di sana terdapat makam Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya, Ki Ageng Pemanahan, Danang Sutawijaya yang kemudian bergelar Raja Panembahan Senopati, dan makam Sultan Hamengku Buwono II. Raja Pajang Sultan Hadiwijaya adalah penerus trah Kesultanan Demak.

Total jumlah makam di komplek pemakaman Kota Gedhe ini terdapat sebanyak 627 makam dan 81 diantaranya adalah makam utama para raja.

Sejarah makam Raja Kota Gede ini bermula ketika Sultan Hadiwijaya memberikan hadiah berupa sebuah wilayah yang dikenal dengan nama Alas Mentaok kepada Ki Ageng Pemanahan setelah ia berhasil membunuh Aryo Penangsang yang menjadi musuh bebuyutan Kerajaan Pajang.

Alas Mentaok ini kemudian dikembangkan oleh Ki Ageng Pemanahan dan menjadi besar hingga menjadi sebuah kerajaan besar yang terkenal di nusantara dengan nama Kerajaan Mataram

Ketika itu, Ki Ageng Pemanahan memiliki anak yakni Danang Sutawijaya yang kemudian menjadi Raja Mataram I dengan gelar Panembahan Senopati yang menjadi raja yang berjasa besar terhadap kejayaan Kerajaan Mataram jauh sebelum terpecah menjadi dua wilayah kekuasaan yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Ketika itu, Raja Panembahan Senopati yang sudang menganggap Sultan Hadiwijaya merasa bersedih setelah kematian Raja Pajang tersebut dan telah berjasa memberikan wilayah yang akhirnya menjadi Kerajaan Mataram.

Halaman:

Editor: Arief Mulyadin


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah