Keraton Jogja, Nuansa Arsitektur Jawa yang Agung dan Elegan

- 24 Mei 2024, 17:40 WIB
/

PESAWARAN INSIDE- Keraton Jogjakarta menjadi simbol utama yang menjadi identitas Yogyakarta sebagai pusat Kesultananan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Keraton dengan arsitektur khas istana di Jawa disebut sebagai bangunan istana terbaik.

Kesakralan sekaligus kemegahan Keraton Ngayogyakarta terlihat jelas dengan warna yang dominan putih semakin menguatkan identitas istana ini sebagai pusat pemerintahan Yogyakarta kala itu.

Pembangunan keraton Kesultanan Yogyakarta ini tak terlepas dari keberadaan perjanjian Giyanti tahun 1775 yang membagi dua wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram menjadi dua wilayah terpisah; Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Dan, Pangeran Mangkubumi memegang tampuk kerajaan Kesultanan Yogyakarta yang diberi gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I yang sekaligus menjadi arsitek bangunan Keraton Yogyakarta yang desainnya diakui oleh Belanda sebagai bangunan paling megah sekaligus kental dengan nilai-nilai arsitektur Jawa yang agung namun tetap elegan.

Keraton seluas 14 ribu meter persegi ini dibangun membentang diantara Kali Code dan Kali Winanga. Awalnya lahan pembangunan keraton masih berbentuk rawa yang dikenal dengan nama Umbul Pachetokan.

Rawa luas itu kemudian dikeringkan untuk kemudian dibangun sebagai istana yang didalamnya berdiri bangunan serta halaman dengan berbagai fungsi.

Keraton sendiri memiliki arti sebagai tempat bersemayamnya para ratu yang berasal dari akar kata Karatuan atau Keraton. Keraton juga dikenal dengan Kadaton atau Kedatuan yang memiliki arti yang sama sebagai tempat para ratu.

Desain bangunan keraton ini berada satu garis lurus dengan Gunung Merapi dan Laut Selatan, dengan titik sentral keraton berada di Sumur Gemuling Taman Sari yang menjadi tempat Sri Sultan bermeditasi yang digunakan untuk menemui Ratu Laut Kidul, karena lorong Taman Sari dipercaya adalah jalan tembus menuju Laut Selatan.

Bangunan keraton yang menghadap ke utara ini terdiri dari berbagai jenis bangunan yang memiliki fungsi berbeda-beda dengan pusat utamanya adalah keberadaan sebuah pesanggrahan yang disebut dengan Ayodya.

Halaman:

Editor: Arief Mulyadin


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah