Ziarah Kubur, Tradisi Warga Muslim Pada Bulan Syawal

- 16 April 2024, 01:20 WIB
Warga berziarah ke pemakaman keluarga di Tiyuh Gedung Ratu Tulangbawang Barat
Warga berziarah ke pemakaman keluarga di Tiyuh Gedung Ratu Tulangbawang Barat /Isbedy Stiawan ZS/

PESAWARAN INSIDE– Ziarah kubur merupakan tradisi warga muslim. Biasanya dilaksanakan jelang Ramadhan dan di bulan Syawal.

Warga muslim akan mendatangi pemakaman-pemakaman umum maupun makam pahlawan. Berziarah dan berdoa untuk keluarga yang telah tiada.

Biasanya, peziarah membawa air dan bunga beragam warna. Setelah membaca surah Yasin dilanjutkan dengan doa, dipimpin keluarga yang fasih dan layak menjadi imam doa.

Di Lampung, tradisi ziarah kubur juga masih hidup di masyarakat. Bahkan di lestarikan. Seiring dengan budaya setempat. 

Seperti di Pesisir Barat, warga Pekon Way Suluh Krui melaksanakan ziarah kubur di pemakaman pribadi belakang rumah, 6 Syawal 1445 H atau Senin 15 April 2024.

Tampak puluhan warga berziarah kubur ke makam keluarga di belakang rumah. Para tetangga dan Minak Muakhi ikut menyaksikan ziarah kubur  yang berada di belakang rumah.

Sejak pagi warga berdatangan ke makam Tamong Kajong atau disebut kakek nenek yang sudah tiada.

Ziarah kubur biasa dilakukan oleh anak atau cucu dan cicit terhadap orang tua maupun kakek-nenek (buyut). Ziarah tersebut dilakukan rombongan. Bisa mencapai puluan orang satu keluarga.

Itu pula dilakukan keluarga besar Rofar Ahmad-Rustinah. Dikomandoi Merkurius, sekretaris KPU Kabupaten Tulang Bawang Barat, berziarah ke makam orang tua (kakek-nenek) di pemakaman keluarga, Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Sabtu 13 April 2024.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah