Jenny Erpenbeck: KAIROS

- 25 Mei 2024, 07:00 WIB
Sampul Kairos
Sampul Kairos /ist/tim cerpen pesawaran inside

Kutipan dari bab pembuka

Berlin. 11 Juli 1986. Mereka bertemu secara kebetulan di dalam bus. Si gadis, mahasiswa belia, si lelaki  lelaki  tua dan sudah menikah. Kesalingtertarikan  mereka sangat kuat dan tiba-tiba, didorong oleh kecintaan yang sama terhadap musik dan seni, dan diperkuat  kerahasiaan yang harus mereka jaga. Tapi ketika si gadis  tersesat selama satu malam, dia tidak bisa memaafkannya dan perpecahan berbahaya terbentuk di antara mereka, membuka ruang untuk kekejaman, hukuman, dan penggunaan kekuasaan. Dan dunia di sekitar mereka juga berubah: seiring dengan runtuhnya Jerman Timur, semua kepastian dan kesetiaan lama pun ikut runtuh, sehingga membuka era baru yang keuntungan besarnya juga menimbulkan kerugian besar.

Prolog

Maukah kau datang ke pemakamanku?

Si gadis menatap cangkir kopi di depannya dan tidak berkata apa-apa.

Maukah kau datang ke pemakamanku, kata lelaki itu lagi.

Mengapa harus pemakaman—kau  masih hidup, katanya.

Dia bertanya padanya untuk ketiga kalinya: Maukah kau  datang ke pemakamanku?

Tentu, katanya, aku  akan datang ke pemakamanmu.

Aku  punya sebidang tanah dengan pohon birch di sebelahnya.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah