Desa Aman Jaya Buay Madang OKUT, ‘Orang Jawa’ yang Sudah Pribumi

- 14 April 2024, 20:31 WIB
Syaiful Bachri (nomor 1 dari kanan)
Syaiful Bachri (nomor 1 dari kanan) /isb/

 

PESAWARAN INSIDE – Tahun 1953. Daerah ini masih belantara. Kawasan di Sumatera Selatan ini dihuni oleh masyarakat pribumi, yakni suku Komering. Datang warga dari Jawa Tengah, tepatnya asal Kebumen, membeli tanah warga lalu menetap dan menggarap sawah 

Sebelum mekar, daerah ini masih dusun dengan nama Pematang Panjang.

Menurut Syaiful Bachri, Kades 2014-2020, sejak 1973 dusun ini menjadi desa definitif. Terpisah dengan desa induk, dan nama pun berubah: Aman Jaya.

Syaiful menjelaskan, populasi orang Jawa cukup banyak bahkan menjadi mayoritas dibanding pribumi. 

Ogan Komering Ulu masuk Kabupaten Baturaja, sedangkan Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) menjadi kabuten tersendiri.

“Sekarang Desa Aman Jaya bagian dari OKUT,” kata Syaiful Bachri.

Ia menambahkan, desa yang bermula Pematang Panjang ini dihuni etnis Komering. Mata pencarian masyarakat pribumi adalah berladang dan bertani padi. Sebab itu, dusun ini dinamai Pematang Panjang. 

Sejak 1973, kata Syaiful lagi, menjadi desa definitif dari dusun ke desa. Bernama Aman Jaya.

Panen padi bisa tiga kali dalam setahun, karena pengairan (irigasi) sangat baik 

“Kami panen 3 kali setahun. Ini karena pengairannya bagus,” kata Syaiful Bachri.

Aman Jaya merupakan bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)..

Kini populasi etnis Jawa di sini sekira 70 persen, sisanya suku Komering dan Bali. Tetapi, kehidupan masyarakatnya sangat harmonis. “Toleransi antaretnis antaragama sangat dijaga,” imbuh Syaiful.

Desa Aman Jaya dapat ditempuh sekira 4-5 jam dari Kotabumi Lampung Utara lewat Kabupaten Way Kanan.

Menariknya orang Jawa di Aman Jaya bisa lebur dengan pribumi. Warga asal Kebumen ini bisa berkomunikasi dalam bahasa Jawa dan Komering Sumatera Selatan.

Peribahasa di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung terpatri dalam hidup sehari-hari dan sangat diterapkan.

Mereka tak membawa “kampung halaman” di Jawa Tengah ke daerah baru yang kini ditempati.

“Kami orang Jawa yang sudah pribumi,” kata Syaiful.***

 

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah