Polri Buru Dua Buronan WNA Ukraina Terkait Kasus di Bali

- 15 Mei 2024, 22:36 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada
Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada /pesawaran.pikiran-rakyat.com/Humas Polri
PESAWARAN INSIDE- Bareskrim Polri terus memburu dua warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang merupakan bos pengendali laboratorium narkoba rahasia atau clandestine lab hydroponic ganja dan mephedrone jaringan hydra Indonesia.
 
Hal tersebut disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada kepada wartawan, Rabu 15 Mei 2024. Dua WNA tersebut menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial RZ dan OK. 
 
“Sudah ada di luar, sedang kita cari. Keduanya dilaporkan kabur ke luar Indonesia sejak dilakukan penggerebekan clandestine lab di kompleks vila Sunny Village, di kawasan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, beberapa waktu lalu," ujar Kabareskrim Polri.
 
 
Menurutnya, dua buron itu berperan sebagai pengendali clandestine lab dan semua operasi narkotika terkait. Dia adalah pengendali dari ini semua. Dan operasi ini yang mengendalikan adalah dua DPO tersebut.
 

Sementara, tiga WNA yang sudah ditetapkan tersangka diketahui masuk ke Indonesia menggunakan visa Izin Terbatas (Itas) investor yang bergerak di bidang properti atau real estate. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

“Ini nanti kita koordinasikan dengan imigrasi yang punya kewenangan untuk itu. Kita mapping lagi, kita sampaikan bahwa ada orang-orang seperti ini harus jangan sampai masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, pabrik narkotika yang berada di kompleks vila Sunny Village, di kawasan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, berhasil diungkap oleh tim gabungan Bareskrim Polri.

Baca Juga: Polri Terus Buru Fredy Pratama Doakan 2024 Tertangkap !

Kemudian, seorang WNA asal Rusia bernama Konstantin Krutz yang berperan sebagai pemasar hasil produksi narkotika dan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernisial LM yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DP0) dari kasus clandestine laboratorium Sunter, Jakarta Utara pada 4 April 2024 milik Fredy Pratama.

Fredy sebelumnya melarikan diri ke Bali, dan merupakan jaringan dari pabrik narkoba di vila tersebut. Selain itu, masih ada dua orang yang masih menjadi DPO berinisial RN dan OKA yang merupakan WNA asal Ukraina dalam kasus ini. ***

Editor: Wahyudin


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah