Rata-Rata 500 Pengunjung Per Hari Kunjungi TNWK Lampung Timur

- 14 April 2024, 18:54 WIB
Pengunjung TNWK Lampung Timur
Pengunjung TNWK Lampung Timur /Asir/

PESAWARAN INSIDE – Rata-rata 500 pengunjung per hari masuk wisata Taman Nasional Way Kambas (TNWK)  selama libur hari raya Idul Fitri 2024.

“Dari data tiket masuk selama H+1 hingga H+6, jumlah pengunjung rata-rata 500 orang per hari,” kata Humas Balai TNWK, Sukatmoko, Minggu 14 April 2024.

Sementara, lanjut dia, paket wisata yang dijual terhadap pengunjung yakni, swafoto bersama gajah dengan lokasi yang sudah di desain sedemikian rupa dengan jumlah 4 titik pos, setiap pos ada gajah jinak yang sudah disiapkan berikut tempat bersantai bersama keluarga.

Pengunjung juga bisa melakukan interaksi langsung dengan gajah dengan kegiatan memandikan gajah, pengunjung juga bisa memberikan makan gajah dengan jenis makanan yang sudah di siapkan pengelola Balai TNWK.

"Jenis makan yang kami siapkan berupa tebu, pisang dan jenis jenis buah yang disukai oleh gajah. Pengunjung bisa membeli dengan harga paketan seharga 10 ribu," kata Sukatmoko.

Pengunjung yang hendak masuk ke lokasi wisata tersebut lanjutnya, harus mengeluarkan uang sebesar Rp40.000 per orang, dari biaya tersebut digunakan untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), jasa parkir kendaraan, dan biaya naik kendaraan yang disiapkan pengelola wisata.

Ia mengungkaplan, pengunjung tidak bisa membawa kendaraan pribadi masuk ke lokasi wisata yakni tepatnya di Pusat Konservasi Gajah (PKG), sehingga kendaraan pengunjung di parkir di tempat yang sudah disediakan sebanyak dua kantong parkir.

Kantong parkir dipusatkan di Desa Labuhanratu 9 dan Labuhanratu 7. Sebenarnya ada tiga kantong namun satu kantong di Desa Labuhanratu 6 tidak melayani jasa wisata. Jarak dari Labuhanratu 9 menuju PKG sepanjang 9 kilo meter sementara Labuhanratu 7 menuju PKG berjarak 3 kilo meter.

"Makanya kami sediakan tempat parkir dan kendaraan penghantar pengunjung, sehingga dibukanya wisata TNWK juga ada manfaatnya positif untuk sebagian warga desa penyangga secara ekonomi selama libur Idul Fitri," terang Sukatmoko.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah