Mencintai Bahasa Lampung, KOBER: Revitalisasi Budaya Lewat Bahasa

- 3 April 2024, 20:25 WIB
Foto bersama peserta, narasumber, dan panitia
Foto bersama peserta, narasumber, dan panitia /ist

PESAWARAN INSIDE – Rumah Kebudayaan KOBER sukses menyelenggarakan serial workshop dalam upaya merevitalisasi Bahasa Lampung. 

Program bertajuk Menatap Tubuh Bahasa: Festival Seni Bahasa Lampung kategori Pendayagunaan Ruang Publik, terselenggara atas kerjasama dengan Kemendikbud Ristek RI, Dana Indonesiana, dan LPDP. Dilaksanakan selama rentang Maret-April di Ruang Pameran Taman Budaya Lampung.

Alexander Gebe mengatakan, ini menjadi permulaan yang membahagiakan. Total 8 hari workshop berjalan lancar. 

“Ada 16 narasumber yang berkompeten di bidangnya telah kami hadirkan dan 100 orang peserta workshop juga sangat antusias mengikuti pelatihan,” katanya, Rabu 3 April 2024 malam.

Gebe menjelaskan bahwa setelah workshop ini, para peserta kemudian diberikan waktu selama 4 bulan untuk melakukan persiapan, seperti menerjemahkan dan mengadaptasi naskah drama ke dalam Bahasa Lampung, menerjemahkan dan mengadaptasi puisi ke dalam Bahasa Lampung, mempersiapkan 10 pertunjukan teater berbahasa Lampung, dan sebuah pertunjukan musik klasik Lampung.

“Semua workshop ini adalah kegiatan penunjang untuk persiapan acara puncak kita di bulan Juli mendatang. Nantinya ini adalah pesta bagi masyarakat Lampung, satu pekan perayaan seni Berbahasa Lampung,” ujar Gebe.

Sementara itu Yulizar Lubay, penanggung jawab seluruh rangkaian workshop menjelaskan bahwa rangkaian acara yang akan diadakan di bulan Juli tersebut di antaranya Pameran Puisi Visual Berbahasa Lampung, Seminar Bahasa Lampung, Festival Teater Berbahasa Lampung, dan Pentas Musik Klasik Berbahasa Lampung. 

“Seperti yang kita ketahui, Bahasa Lampung hanya tinggal menunggu waktu untuk punah, dan ini tidak bisa kita biarkan. Kita tidak boleh lagi berleha-leha. Maka dari itu kami berterima kasih kepada Taman Budaya Lampung dan segenap pihak yang turut membantu dalam menyukseskan upaya ini,” katanya. 

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan terus menjaring sebanyak mungkin pihak yang mau terlibat untuk menyelamatkan Bahasa Lampung dari kepunahan, karena memang.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x