Rekapitulasi KPU Kota Bandar Lampung Diwarnai Interupsi, TPS 7 Bilabong Dimasalahkan

- 3 Maret 2024, 17:51 WIB
Saksi dari Gerindra interupsi
Saksi dari Gerindra interupsi //ist

BANDAR LAMPUNG – Saksi dari Gerindra, Busroni, melakukan interupsi saat rekapitulasi suara KPU Bandar Lampung saat rapat pleno terbuka hari kedua, Minggu 3 Maret 2024.

Interupsi dari saksi Gerindra itu terkait ada hak pilih yang disalahgunakan.

Busroni menyatakan ada hak pilih warga yang digunakan oleh orang lain tepat setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Langkapura, Bandar Lampung,  selesai mempresentasikan hasil rekapitulasi.

Menurut Busroni, hal itu terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 Kelurahan Bilabong, Kecamatan Langkapura.

"Kami menemukan adanya warga di Bilabong yang sudah menerima undangan, tapi hak pilihnya digunakan oleh orang lain. Ini sudah kami laporkan dan kami minta pemungutan suara ulang (PSU), namun tidak dilakukan," kata dia.

Busroni menyampaikan bahwa pengajuan PSU itu disampaikan pada  22 Februari 2024. Dia berpendapat PSU harus dilakukan karena adanya kesalahan dari penyelenggara pemilu.

"Kejadian ini masuknya sudah ke ranah pidana pemilu  Lagipula tidak mungkin undangan itu turun dari khayangan, pasti dibagikan oleh penyelenggara yang ada di wilayah itu," kata Busroni lagi.

Sementara PPK Langkapura menjelaskan bahwa kejadian tersebut sudah ditindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait dan pemilih tersebut masuk dalam kategori (Daftar Pemilih Khusus.

"Kami sudah cek, apakah pemilih itu benar berdomisili di lokasi tersebut atau tidak, dan setelah kita cek memang DPK berdomisili di Bilabong Jaya, jadi tidak ada kasus tersebut," katanya.

Halaman:

Editor: Isbedy Stiawan ZS


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x